1.555.555.555 info@yoursite.com
 

Tau Alasan Film Korea Tak Bisa Disetarakan Dengan Film Indonesia ?

Hobi menonton Film Korea yang diperankan oleh Aktor dan Aktris yang Cakep ? Jika Benar Anda akan mengejek bahwa Film Korea tersebut tidak jauh beda dengan Film buatan kita sendiri.

Faktanya jelas memiliki perbedaan yang jauh dengan Film yang dirilis Oleh Bangsa kita yang Tercinta ini. Inilah perbedaan yang jauh yang tidak dapat di setarakan dengan Film Indonesia :

1. Film Korea Menjunjung Tinggi Leluhur Mereka.
Produser Film Korea selalu berusaha untuk mempertontonkan kehidupan silam mereka agar terlihat baik di hadapan penggemarnya yang menceritakan kisah masa lalu mereka. Mungkin ada menambahkan kisah fiksi akan tetapi tidak terlalu berbeda dengan kisah sesungguhnya.
Bagaimana dengan Film Indonesia yang mempertonotnkan Harimau melawan Manusia ataupun Raksasa melawan Manusia di kisah lampau Indonesia ?

2. Akhir cerita Pemeran Antagonis selalu berbahagia.
Biasanya pemeran Antagonis di dalam Film Korea akan berbahagia dan bertaubat. Kemudian akan menjalani kehidupan sosial yang selayaknya, bahkan dapat pula menjadi lebih baik daripada pemeran dari tokoh utamanya. Bagaimana dengan Indonesia? Hayoo. Siapa yang bisa menjawab ?

3. Film Sekolah yang mendidik.
Banyak Film Korea yang mempertontonkan kisah yang penuh dengan konflik dimana sering bolos, berkelahi, bahkan juga sering mabuk-mabukan. Dan cerita yang di pertontonkan dimana para siswa dan guru membantunya untuk menjadi murid yang dapat di andalkan dikehidupan mendatang.
Dibandingkan dengan Film Indonesia, seringnya menceritakan saat mereka berseragam, bergaul dengan teman yang salah sehinggan membuat geng atau balapan liar.

4. Pemeran dewasa memberikan bimbingan kepada tokoh anak kecil.
Didalam Film Korea, tokoh anak kecil membawakan karakter Lucu, menggemaskan, penurut dan pintar. Di bawakan secara alami bahwa anak kecil akan menjadi penurut dari orang dewasa dan bukan kebalikannya. Sedangkan Film Di Indonesia mempertontonkan Anak kecil yang pintar dan dapat membimbing orang dewasa tersebut yang dinilai berlebihan di alur cerita tersebut.

Bagaimana Gan ? Apakah Anda setuju dengan yang kami sampaikan ?