1.555.555.555 info@yoursite.com
 

Pizza Hut Indonesia, Yang Tidak “Hut” Lagi Berkat Skandal Bahan Kadaluarsa

Salah satu jaringan waralaba restoran terbesar di Indonesia di bawah kelompok Sriboga Raturaya Indonesia ini mengambil kebijakan “antipeluru” karena diduga menggunakan bahan-bahan kadaluarsa.
Laporan dari media lokal pada hari Minggu menuliskan di harian beritanya bahwa Sarimelati Kencana, yang menjalankan 326 waralaba dari restoran asal negeri Paman Sam Pizza Hut, dan Sriboga Marugame Indonesia, operator waralaba restoran mie Jepang Marugame Udon, diduga telah menggunakan makanan basi. Kedua perusahaan kini membantah tuduhan, bersikeras mereka sudah melakukan pemeriksaan kualitas yang semestinya.

Tempo, raksasa media Indonesia, melaporkan bahwa perusahaan telah melakukan pengujian pada beberapa bahan yang sudah mendekati tanggal kadaluarsa dan melihat kecocokan untuk memperpanjang kehidupan bahan tersebut selama enam bulan. Bahan termasuk tepung, campuran saus dan bahan-bahan untuk tempura, tertulis dari laporan tersebut.
Laporan itu didasarkan pada penyelidikan bersama oleh Harian Tempo dan Media Asal Inggris BBC. Mereka memperoleh daftar bahan yang terkena dampak, serta email menjelaskan langkah-langkah untuk memanipulasi tanggal. Laporan ini menyimpulkan bahwa perusahaan melanggar tindakan pangan Indonesia, yang melarang menjual barang-barang kedaluwarsa.
Menarik, Apakah dampak dari kasus ini mempengaruhi penjualan Pizza Hut Indonesia? Dan Apakah Kebijakan “menangani bahan-bahan kadaluarsa” ini hanya terjadi di Pizza Hut Indonesia? Bagaimana dampaknya terhadap brand Pizza Hut di luar negeri dan di negara asalnya?
Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab dan kita berharap hal ini dapat terselesaikan dengan baik. salam poker, pembaca yangbaik.